Kamis, 17 Desember 2015

Hasil Observasi Usia Lanjut

OBSERVASI USIA LANJUT

Makalah
Ditujukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Psikologi Perkembangan
Description: C:\Users\USER\Documents\uin sunan ampel surabaya.jpg
Dosen Pembimbing
Dr. Abdul Muhid, S. Pd., M. Psi

Disusun Oleh:
Husna Sholihah
Lia Zahiro Siska Mawaddah
Rachmanda Bayu
Moh. Nadzif Silky
Fifin Dwi Rahmawati
Mutiara Hikmah
Frida Rusdiana
Masrufatul Azizah

PRODI PSIKOLOGI
FAKULTAS PSIKOLOGI DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL
SURABAYA
2014
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan karunia-Nya, kami masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan tugas Makalah Penelitian Psikologi Perkembangan pada Usia Lanjut  ini. Tidak lupa juga kami ucapkan terima kasih kepada guru mata pelajaran Psikologi Perkembangan  yaitu Bapak Dr. Abdul Muhid S. Pd., M. Psi yang telah membimbing kami agar dapat mengerti tentang bagaimana cara menyusun makalah ini.
MakalahPenelitian ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang Psikologi Perkembangan pada tahap Usia Lnjut yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Makalah ini disusun oleh kami dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri kami maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Allah SWT akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
Semoga makalah kami dapat bermanfaat bagi para pelajar, mahasiswa, umum khususnya pada diri kami sendiri dan semua yang membaca makalah kami ini, dan mudah-mudahan juga dapat memberikan wawasan yang lebih  luas  kepada pembaca. Walaupun makalah  ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Kami  mohon untuk saran dan kritiknya. Terima Kasih.

Tim Penyusun







DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I             PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
B.     Rumusan Masalah
C.     Tujuan Penelitian
D.    Metode Penelitian
BAB II            LANDASAN TEORI
A.    Perkembangan Fisik pada Masa Usia Lanjut
B.     Perkembangan Kogntif pada Masa Usia Lanjut
C.     Perkembangan Sosio-Emosional pada Masa Usia Lanjut
BAB III          IDENTITAS
A.    Judul Penelitian
B.     Orang yang Meneliti
C.     Waktu Penelitian
D.    Tempat Penelitian
E.     Narasumber
BAB IV          HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB V            PENUTUP
A.    Kesimpulan
B.     Saran
DAFTAR PUSTAKA


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Berkembang  merupakan salah satu tahap dalam psikologi perkembangan. Perkembangan diartikan sebagai perubahan yang kontinyu dan sistematis dalam diri seseorang sejak tahap konsepsi sampai meninggal dunia. Perkembangan berkaitan dengan kematangan secara biologis dan proses belajar. Demikian pula dalam perkembangan usia lanjut, secara biologis ia harus berada dalam kondisi sesuai umurnya. Terdapat pola kesamaan perkembangan dalam diri seseorang dengan sesamanya pada tahap usia tertentu. Setiap orang pasti mengalami perkembangan, baik perkembangan fisik maupun perkembangan rohani. Perkembangan seorang anak secara umum digambarkan melalui periode-periode, yaitu: Periode pra-natal, periode bayi, periode masa kanak-kanak awal, periode masa kanak-kanak tengah dan akhir, periode remaja dan periode usia lanjut. Dalam hal ini penelitian difokuskan pada periode masa usia lanjut yang ada di panti jompo.
Panti Jompo adalah tempat proses perkembangan pribadi usia lanjut. Panti Jompo merupakan salah satu tempat yang menjembatani antara orang tua dan anak. Di Panti Jompo itulah usia tua dibimbing untuk melepaskan dirinya dari kebiasaan di masa muda. Sudah tidak ada aturan yang harus dipatuhi oleh usia lanjut, hal ini karena mereka sudah disiplin. Di Panti Jompo juga diutamakan melatih keterampilan daripada kegiatan belajar. Dengan demikian anak akan lebih banyak menciptakan suatu karya yang indah di masa tua.
Dalam hal ini banyak karakteristik yang muncul dari usia lanjut. Mulai dari menurunnya kemampuan fisik, menjadi gampang lupa,sering mengeluhl, menjadi sedikit pasif dll. Seorang perawatnya harus bisa menguasai karakter-karakter usia lanjut.  Mulai dari hal bicara, keinginan, egoisme dll.


B.      RUMUSAN MASALAH
1)      Faktor-faktor yang menyebabkan orang usia lanjut berada di panti jompo?
2)   Hubungan pergaulan di panti jompo?
3)   Apa yang dilakukan pada masa Usia Lanjut?

C.      TUJUAN PENELITIAN
1)      Untuk mengetahui Faktor-faktor mereka ada di Panti Jompo
2)      Untuk mengetahui hubungan pergaulan di panti jompo
3)      Untuk mengetahui apa yang dilakukan pada masa usia lanjut

D.      METODE PENELITIAN
Metode yang kami gunakan dalam penelitian ini yaitu:
1.       Observasi
Peneliti mengobservasi secara langsung bagaimana subjek melakukan kegiatan sehari-hari.
2.        Wawancara
Peneliti hanya mewawancarai subjek.
         
Selain observasi dan wawancara, peneliti juga mengambil beberapa teori tentang perkembangan remaja dari buku-buku mengenai Psikologi.





































BAB II
LANDASAN TEORI

A.    Perkembangan Fisik pada Usia Lanjut
1.      Otak dan sistem syaraf
Walaupun kita kehilangan neuron saat kita tua, besarnya neuron yang hilang masih diperdebatkan. Otak memiliki kapasitas memperbaiki yang luar biasa. Pertumbuhan dendrit dapat terjadi hingga orang dewasa berusia sangat tua. Mitos kuno yang negatif tentang penuaan otak digantikan dengan gambaran yang lebih optimis.
2.      Perkembangan Sensori
Sistem visual mengalami penurunan pada masa usia lanjut, tetapi mayoritas dari orang usia lanjut memiliki pengelihatan yang baik sehingga mereka dapat melakukan kerja dan berfungsi dalam lingkungan mereka. Penurunan pengengaran seringkali dimulai pada masa dewasa tengah, tetapi hal ini biasanya tidak banyak menjadi penghalang hingga masa usia lanjut. Alat bantu pendengaran dapat mengurangi masalah-masalah pendengaran untuk sebagian orang usia lanjut. Penurunan dalam pengecapan dan pembauan mungkin terjadi, walaupun penurunan tersebut mudah diketahui pada orang usia lanjut yang sehat. Sensitivitas pada rasa sakit menurun pada masa usia lanjut.
3.      Sistem Peredaran Darah
Ketika penyakit jantung tidak hadir, jumlah darah yang dipompa sama tanpa memperhatikan usia orang dewasa. Tekanan darah yang tinggi tidak hanya diterima begitu saja oleh orang orang usia lanjut tetapi dengan pengobatan. Tekanan darah dapat meningkat pada orang-orang dewasa karena sejumlah faktor, sebagian dapat dimodifikasi.
4.      Sistem Pernafasan
Kapasaitas paru-paru mengalami penuruan, tetapi orang usia lanjut dapat memperbaiki fungsi paru-paru dengan latihan penguatan diafragma.
5.      Seksualitas
Penuaan pada masa dewasa  termasuk uga beberapa perubahan dalam kemampuan seksual, lebih banyak pada pria dibandingkan pada wanita. Meskipun demikian, tidak diketahui batasan usia untuk aktivitas seksual.

B.     Perkembangan Kognitif pada Masa Usia Lanjut
1.       Kecepatan memproses, ingatan dan pemecahan masalah
Kecepatan memproses menurun pada masaa usia lanjut, namun dapat di gunakan strategi untuk mengurangi dampak dari penurunan ini.
Penurunan ingatan memang terjadi pada masa usia kanjut, tetapi sekarang peneliti naturalistik tentang ingatan dan pemecahan masalah menyatakan penurunan pada proses-proses kognitif ini mungkin dilebih-lebihkan.
2.      Pendidikan
Generasi kini di Amerika telah memproses pendidikan yang lebih baik. Pendidikan memiliki kolerasi positif dengan skor-skor pada tes-tes intelegensi. Orang-orang usia lanjut mungkin melanjutkan pendidikan untuk sejumlah alasan.
3.      Pekerjaan
Gnerasi kini telah memiliki pengalaman-pengalaman kerja yang menekankan pada orientasi kognitif. Peningkatan penekanan pada proses informasi di dalam pekerjaan mungkin mempertinggi kecakapan intelektual individu.
4.      Kesehatan
Generasi kini lebih sehat. Kesehatan yang buruk berkaitan dengan penurunan kemampuan di dalam tes-tes intelegensi pada masa usia lanjut. Olah raga terkait dengan perbaikan fungsi kognitif diantara orang-orang usia lanjut.

C.    Perkembangan Sosio-Emosional pada Masa Usia Lanjut
1.      Etnisitas dan gender
Orang usia lanjut dari etnis minoritas menghadapi beban  khusus, harus mengatasi kemungkinan kesulitan ganda, baik ageisme maupun rasisme. Banyak wanita usia lanjut menghadapi kesulitan ganda—ageisme dan eksisme.  Hanya baru ini-ini saja ada perhatian ilmiah dan politik yang tertuju pada penuaan wanita. Wanita usia lanjut dari etnis minoritas menghadapi tiga kemungkinan kesulitan—beban dari ageisme, rasisme dan eksisme. Meskipun demikian, stres dan diskriminasi dihadapi oleh orang usia lanjutdari etnis minoritas, banyak diantara mereka yang telah mengembangkan mekanisme penyelesaian masalah (coping mekanisms) yang mampukan mereka bertahan di dalam kebudayaan orang Amerika kulit putih yang dominan.
2.      Peran-peran gender
Terdapat bukti yang lebih kuat bahwa laki-laki menjadi lebih ‘feminim’ (bersifat pengasuh dan sensitif) sebagai seorang usia lanjut dibandingkan bukti yang mendukung bahwa wanita menjadi lebih ‘maskulin’ (asertil dan dominan) sebagai seorang usia lanjut.









BAB III
IDENTITAS

A.    Judul Penelitian
Observasi Usia Lanjut

B.     Orang yang Meneliti
1.      Husna Sholihah
2.      Fifin Dwi Rahmawati
3.      Mutiara Hikmah
4.      Masrufatull Azizah

C.    Waktu Penelitian
Hari                 : Rabu
Tanggal           : 24 Desember 2014
Pukul               : 13.00-14.00

D.    Tempat Penelitian
UPTD Griya Wreda

E.     Narasumber
Nama               : Sayati
Usia                 : 65 tahun


















BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

1.      Siapa nama Ibu?
Jawaban : “Sayati”

2.      Berapa usia Ibu?
Jawaban : “65 tahun”

3.      Darimana asal Ibu?
Jawaban : “Sidoarjo jalan sepanjang”

4.      Dimana Ibu dulu bekerja?
Jawaban : “Saya dulu bekerja di jakarta, menjadi buruh.”

5.      Apakah Ibu sudah menikah?
Jawaban : “Ya, saya sudah menikah. Namun suami saya sudah tidak ada.”

6.      Apakah Ibu mempunyai anak?
Jawaban : “Tidak. Saya tidak punya anak.”

7.      Bagaimana latar belakang pendidikan Ibu?
Jawban : “Saya bersekolah dari SD-SMP. Saya tidak melanjutkan SMA karena tidak mempunyai biaya”

8.      Bagaimana latar belakang ibu bisa berada disini?
Jawaban : “Jadi dulu saya setelah tidak bekerja lagi di Jakarta, saya pulang ke sidoarjo. Lalu saya di usir oleh saudara saya dan saya ditelantarkan. Rumah saya dijual saudara saya. Saya terlantar dijalan lalu saya pergi ke rumah teman saya, kemudian teman saya mengantarkan saya ke UPTD Griya Wreda sini.”

9.      Apakah ketika ibu berada disini, ada yang membesuk ibu?
Jawaban : “Tidak. Tidak ada sama sekali. Saya disini tidak punya saudara kecuali yang ada di panti ini. Mereka selalu menemani saya.”

10.  Apa saja kegiatan yang ibu lakukan disini?
Jawaban : “Saya melakukan banyak kegiatan. Diantaranya menyapu, olahraga dan menbuat kalung.”

11.  Kegiatan apa yang sangat ibu senangi?
Jawaban : “Saya paling suka kegiatan membuat kalung, gelang. Karena nanti akan dijual dan bermanfaat bagi yang membelinya.”

12.  Apakah ibu senang berkumpul dengan orang-orang di panti ini?
Jawaban : “Ya. Saya sangat senang berkumpul disini. Biasanya saat kami kumpul, kami suka beryanyi bersama.”

13.  Apakah disini pernah ada pertengkaran?
Jawaban : “Tidak. Disini semua sangat baik dengan sesama. Disini sangatlah tentram”

14.  Apa yang sering ibu lakukan ketika waktu kosong?
Jawaban : “Terkadang saya suka baca-baca buku.”

15.  Bagaimana dengan peribadahan yang dilakukan di panti ini?
Jawaban : “Disini sangat baik. Agendanya yang agama islam selalu sholat berjamaah. Sayapun begitu, setelah mendengar adzan segera wudhu dan sholat berjamaah di mushola.”

16.  Bagaimana kondisi kesehatan ibu?
Jawaban : “Alhamdulillah kondisi saya baik baik saja. Saya sehat dan tidak sakit-sakitan. Karena disini memang selalu aa agenda olahraga. Jadi saya menjadi sehat.”

17.  Apakah refreshing yang pas buat ibu?
Jawaban : “Biasanya kalau disini refreshing hanya muter kompleks perumahan saja. Meskipun hanya itu, saya sangatlah senang.”

18.  Apakah dengan memutari kompleks perumahan saja sudah membuat ibu merasa senang?
Jawaban : “Ya. Saya sangat senang. Tak perlu jauh jauh asal bersama.”

19.  Biasanya kalau dalam acara di panti. Ibu berperan menjadi apa?
Jawaban :”Saya menjadi partisipan saja.”

20.  Apakah yang menjadi partisipan banyak?
Jawaban : “Ya. Banyak teman teman saya yang hanya menjadi partisipan.”

Bu Sayati memiliki masalalu yang mungkin tidak baik. Beliau dahulu bisa berada di Panti karena dibuang oleh keluarganya. Dan hingga beliau dibawa oleh temannya ke griya wreda. Namun setelah beliau tinggal di panti, tidak ada satupun sanak keluarga yang mencarinya bahkan hanya sekedar bertemu dengannya.
Terlihat pula dengan pendidikan terakhir yang ditempuh adalah SMP, beliau terlahir dalam keluarga yang susah.
Bu sayati disini merasa sangat bahagia daripada harus bersama saudara saudara kandungnya. Beliau merasa semua yang ada dipanti ini adalah saudaranya. Karena hakikatnya saudara adalah selalu bersama.
Kebahagiaan yang ia dapatkan ini membuat sehat jasmani dan rohani. Beliau sangat sehat, terlihat dari cara berjalannya, berbicara, dll. Selain kesehatan yang ia dapatkan dari hal batin. Kesehatan jasmani juga ia dapatkan karea di panti memiliki jadwal olah raga setiap minggunya.
Bu Sayati juga senang dengan berbagai agenda yang ada. Misalnya pada saat keterampilan. Beliau akan membuat kalung dari rangkaian benang dan manik manik. Selain itu juga ada agenda untuk rekreasi. Rekreasi yang di maksudkan adalah keliling kompleks bersama.






















BAB V
PENUTUP

A.    Kesimpulan

Orang usia lanjut, yang kira kira mulai terjadi pada usia enam  puluh tahun ditandai dengan adanya perubahan yang bersifat fisik dan psikologis yang cenderung mengarah ke penyesuaian diri yang buruk dan hidupnya tidak bahagia.
Perubahan fisik termasuk perubahan dalam penampilan, perubahan yang berbeda pada sistem organ dalam, perubahan dalam fungsi psikologis, perubahan pada sistem syaraf, dan perubahan penampilan dan kemampuan seksual.
Perubahan yang sangat umum terhadap kemampuan motorik, termasuk perubahan kekutan fisik dan kecepataan dalam bergerak, bertambahnya waktu yang diperlukan untuk ketermpilan, konsep dan prinsip baru, dan ada kecenderungan sikapnya menjadi canggung dsn kikuk.
Sementara itu banyak hal-hal yang menyebabkan perubahan kemampuan mental, kurangnya rangsangan lingkungan dan kurang motivasi terhadap kesadaran mental yang ada untuk membedakan kondisi yang paling bersifat umum dan yang paling serius.



B.     Saran

1.      Berikan berbagai motivasi pada orang yang berusia lanjut.
2.      Lakukanlah berbagai hal yang mengasah keterampilan bersama orang usia lanjut.
3.      Berikan waktu terbaik untuk bersama orang usia lanjut untuk kebaikan mereka.









DAFTAR PUSTAKA

Santrok, John W. 2002. Life-Span Development: Perkembangan Masa Hidup, Edisi 5,Jjilid II. JAKARTA: ERLANGGA.

Hurlock, Elizabeth B. 2002. Psikologi Perkembangan:Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan, Edisi 5. JAKARTA: ERLANGGA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar