OBSERVASI USIA
LANJUT
Makalah
Ditujukan untuk Memenuhi
Tugas Mata Kuliah
Psikologi
Perkembangan

Dosen
Pembimbing
Dr.
Abdul Muhid, S. Pd., M. Psi
Disusun
Oleh:
Husna
Sholihah
Lia
Zahiro Siska Mawaddah
Rachmanda
Bayu
Moh.
Nadzif Silky
Fifin
Dwi Rahmawati
Mutiara
Hikmah
Frida
Rusdiana
Masrufatul
Azizah
PRODI
PSIKOLOGI
FAKULTAS
PSIKOLOGI DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS
ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL
SURABAYA
2014
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena dengan
rahmat dan karunia-Nya, kami masih diberi
kesempatan untuk menyelesaikan tugas Makalah Penelitian Psikologi Perkembangan pada Usia Lanjut ini. Tidak lupa juga kami ucapkan terima kasih kepada guru mata pelajaran
Psikologi Perkembangan yaitu Bapak Dr. Abdul Muhid S. Pd., M. Psi yang telah membimbing kami agar dapat mengerti tentang bagaimana cara
menyusun makalah ini.
MakalahPenelitian ini disusun agar
pembaca dapat memperluas ilmu tentang Psikologi Perkembangan pada tahap Usia Lnjut yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai
sumber. Makalah ini disusun oleh kami dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari
diri kami maupun yang datang dari luar. Namun dengan
penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Allah SWT akhirnya makalah ini
dapat terselesaikan.
Semoga makalah kami dapat bermanfaat bagi para pelajar, mahasiswa,
umum khususnya pada diri kami sendiri dan semua
yang membaca makalah kami ini, dan
mudah-mudahan juga dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada
pembaca. Walaupun makalah ini memiliki
kelebihan dan kekurangan. Kami mohon untuk saran dan
kritiknya. Terima Kasih.
Tim Penyusun
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
D. Metode Penelitian
BAB II LANDASAN
TEORI
A. Perkembangan Fisik pada Masa Usia Lanjut
B. Perkembangan Kogntif pada Masa Usia Lanjut
C. Perkembangan Sosio-Emosional pada Masa Usia
Lanjut
BAB III IDENTITAS
A. Judul Penelitian
B. Orang yang Meneliti
C. Waktu Penelitian
D. Tempat Penelitian
E. Narasumber
BAB IV HASIL
DAN PEMBAHASAN
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Berkembang
merupakan salah satu tahap dalam psikologi perkembangan. Perkembangan diartikan
sebagai perubahan yang kontinyu dan sistematis dalam diri seseorang sejak tahap
konsepsi sampai meninggal dunia. Perkembangan berkaitan dengan kematangan
secara biologis dan proses belajar. Demikian pula dalam perkembangan usia
lanjut, secara biologis ia harus berada dalam kondisi sesuai umurnya. Terdapat
pola kesamaan perkembangan dalam diri seseorang dengan sesamanya pada tahap
usia tertentu. Setiap orang pasti mengalami perkembangan, baik perkembangan
fisik maupun perkembangan rohani. Perkembangan seorang anak secara umum
digambarkan melalui periode-periode, yaitu: Periode pra-natal, periode bayi,
periode masa kanak-kanak awal, periode masa kanak-kanak tengah dan akhir,
periode remaja dan periode usia lanjut. Dalam hal ini penelitian difokuskan
pada periode masa usia lanjut yang ada di panti jompo.
Panti Jompo
adalah tempat proses perkembangan pribadi usia lanjut. Panti Jompo merupakan
salah satu tempat yang menjembatani antara orang tua dan anak. Di Panti Jompo
itulah usia tua dibimbing untuk melepaskan dirinya dari kebiasaan di masa muda.
Sudah tidak ada aturan yang harus dipatuhi oleh usia lanjut, hal ini karena
mereka sudah disiplin. Di Panti Jompo juga diutamakan melatih keterampilan
daripada kegiatan belajar. Dengan demikian anak akan lebih banyak menciptakan
suatu karya yang indah di masa tua.
Dalam hal ini
banyak karakteristik yang muncul dari usia lanjut. Mulai dari menurunnya
kemampuan fisik, menjadi gampang lupa,sering mengeluhl, menjadi sedikit pasif
dll. Seorang perawatnya harus bisa menguasai karakter-karakter usia lanjut.
Mulai dari hal bicara, keinginan, egoisme dll.
B. RUMUSAN MASALAH
1)
Faktor-faktor yang menyebabkan orang usia lanjut
berada di panti jompo?
2) Hubungan pergaulan di panti jompo?
3) Apa yang
dilakukan pada masa Usia Lanjut?
C. TUJUAN PENELITIAN
1)
Untuk mengetahui Faktor-faktor mereka ada di Panti
Jompo
2)
Untuk mengetahui hubungan pergaulan di panti
jompo
3)
Untuk mengetahui apa yang dilakukan pada masa
usia lanjut
D. METODE PENELITIAN
Metode yang kami gunakan dalam penelitian
ini yaitu:
1.
Observasi
Peneliti
mengobservasi secara langsung bagaimana subjek melakukan kegiatan sehari-hari.
2.
Wawancara
Peneliti hanya
mewawancarai subjek.
Selain observasi dan wawancara, peneliti
juga mengambil beberapa teori tentang perkembangan remaja dari buku-buku
mengenai Psikologi.
BAB
II
LANDASAN
TEORI
A.
Perkembangan
Fisik pada Usia Lanjut
1. Otak
dan sistem syaraf
Walaupun
kita kehilangan neuron saat kita tua, besarnya neuron yang hilang masih
diperdebatkan. Otak memiliki kapasitas memperbaiki yang luar biasa. Pertumbuhan
dendrit dapat terjadi hingga orang dewasa berusia sangat tua. Mitos kuno yang
negatif tentang penuaan otak digantikan dengan gambaran yang lebih optimis.
2. Perkembangan
Sensori
Sistem
visual mengalami penurunan pada masa usia lanjut, tetapi mayoritas dari orang
usia lanjut memiliki pengelihatan yang baik sehingga mereka dapat melakukan
kerja dan berfungsi dalam lingkungan mereka. Penurunan pengengaran seringkali
dimulai pada masa dewasa tengah, tetapi hal ini biasanya tidak banyak menjadi
penghalang hingga masa usia lanjut. Alat bantu pendengaran dapat mengurangi
masalah-masalah pendengaran untuk sebagian orang usia lanjut. Penurunan dalam
pengecapan dan pembauan mungkin terjadi, walaupun penurunan tersebut mudah
diketahui pada orang usia lanjut yang sehat. Sensitivitas pada rasa sakit
menurun pada masa usia lanjut.
3. Sistem
Peredaran Darah
Ketika
penyakit jantung tidak hadir, jumlah darah yang dipompa sama tanpa
memperhatikan usia orang dewasa. Tekanan darah yang tinggi tidak hanya diterima
begitu saja oleh orang orang usia lanjut tetapi dengan pengobatan. Tekanan
darah dapat meningkat pada orang-orang dewasa karena sejumlah faktor, sebagian
dapat dimodifikasi.
4. Sistem
Pernafasan
Kapasaitas
paru-paru mengalami penuruan, tetapi orang usia lanjut dapat memperbaiki fungsi
paru-paru dengan latihan penguatan diafragma.
5. Seksualitas
Penuaan
pada masa dewasa termasuk uga beberapa
perubahan dalam kemampuan seksual, lebih banyak pada pria dibandingkan pada
wanita. Meskipun demikian, tidak diketahui batasan usia untuk aktivitas
seksual.
B.
Perkembangan
Kognitif pada Masa Usia Lanjut
1. Kecepatan memproses, ingatan dan pemecahan
masalah
Kecepatan
memproses menurun pada masaa usia lanjut, namun dapat di gunakan strategi untuk
mengurangi dampak dari penurunan ini.
Penurunan
ingatan memang terjadi pada masa usia kanjut, tetapi sekarang peneliti
naturalistik tentang ingatan dan pemecahan masalah menyatakan penurunan pada
proses-proses kognitif ini mungkin dilebih-lebihkan.
2. Pendidikan
Generasi
kini di Amerika telah memproses pendidikan yang lebih baik. Pendidikan memiliki
kolerasi positif dengan skor-skor pada tes-tes intelegensi. Orang-orang usia
lanjut mungkin melanjutkan pendidikan untuk sejumlah alasan.
3. Pekerjaan
Gnerasi
kini telah memiliki pengalaman-pengalaman kerja yang menekankan pada orientasi
kognitif. Peningkatan penekanan pada proses informasi di dalam pekerjaan
mungkin mempertinggi kecakapan intelektual individu.
4. Kesehatan
Generasi
kini lebih sehat. Kesehatan yang buruk berkaitan dengan penurunan kemampuan di
dalam tes-tes intelegensi pada masa usia lanjut. Olah raga terkait dengan
perbaikan fungsi kognitif diantara orang-orang usia lanjut.
C.
Perkembangan
Sosio-Emosional pada Masa Usia Lanjut
1. Etnisitas
dan gender
Orang
usia lanjut dari etnis minoritas menghadapi beban khusus, harus mengatasi kemungkinan kesulitan
ganda, baik ageisme maupun rasisme. Banyak wanita usia lanjut menghadapi
kesulitan ganda—ageisme dan eksisme.
Hanya baru ini-ini saja ada perhatian ilmiah dan politik yang tertuju
pada penuaan wanita. Wanita usia lanjut dari etnis minoritas menghadapi tiga
kemungkinan kesulitan—beban dari ageisme, rasisme dan eksisme. Meskipun
demikian, stres dan diskriminasi dihadapi oleh orang usia lanjutdari etnis
minoritas, banyak diantara mereka yang telah mengembangkan mekanisme
penyelesaian masalah (coping mekanisms) yang mampukan mereka bertahan di dalam
kebudayaan orang Amerika kulit putih yang dominan.
2. Peran-peran
gender
Terdapat
bukti yang lebih kuat bahwa laki-laki menjadi lebih ‘feminim’ (bersifat
pengasuh dan sensitif) sebagai seorang usia lanjut dibandingkan bukti yang
mendukung bahwa wanita menjadi lebih ‘maskulin’ (asertil dan dominan) sebagai
seorang usia lanjut.
BAB
III
IDENTITAS
A.
Judul
Penelitian
Observasi Usia Lanjut
B.
Orang
yang Meneliti
1. Husna
Sholihah
2. Fifin
Dwi Rahmawati
3. Mutiara
Hikmah
4. Masrufatull
Azizah
C.
Waktu
Penelitian
Hari : Rabu
Tanggal : 24 Desember 2014
Pukul : 13.00-14.00
D.
Tempat
Penelitian
UPTD Griya Wreda
E.
Narasumber
Nama : Sayati
Usia : 65 tahun
BAB
IV
HASIL
DAN PEMBAHASAN
1.
Siapa nama Ibu?
Jawaban
: “Sayati”
2.
Berapa usia Ibu?
Jawaban
: “65 tahun”
3.
Darimana asal Ibu?
Jawaban
: “Sidoarjo jalan sepanjang”
4.
Dimana Ibu dulu bekerja?
Jawaban
: “Saya dulu bekerja di jakarta, menjadi buruh.”
5.
Apakah Ibu sudah menikah?
Jawaban
: “Ya, saya sudah menikah. Namun suami saya sudah tidak ada.”
6.
Apakah Ibu mempunyai anak?
Jawaban
: “Tidak. Saya tidak punya anak.”
7.
Bagaimana latar belakang pendidikan Ibu?
Jawban
: “Saya bersekolah dari SD-SMP. Saya tidak melanjutkan SMA karena tidak
mempunyai biaya”
8.
Bagaimana latar belakang ibu bisa berada
disini?
Jawaban
: “Jadi dulu saya setelah tidak bekerja lagi di Jakarta, saya pulang ke
sidoarjo. Lalu saya di usir oleh saudara saya dan saya ditelantarkan. Rumah
saya dijual saudara saya. Saya terlantar dijalan lalu saya pergi ke rumah teman
saya, kemudian teman saya mengantarkan saya ke UPTD Griya Wreda sini.”
9.
Apakah ketika ibu berada disini, ada
yang membesuk ibu?
Jawaban
: “Tidak. Tidak ada sama sekali. Saya disini tidak punya saudara kecuali yang
ada di panti ini. Mereka selalu menemani saya.”
10.
Apa saja kegiatan yang ibu lakukan
disini?
Jawaban
: “Saya melakukan banyak kegiatan. Diantaranya menyapu, olahraga dan menbuat
kalung.”
11.
Kegiatan apa yang sangat ibu senangi?
Jawaban
: “Saya paling suka kegiatan membuat kalung, gelang. Karena nanti akan dijual
dan bermanfaat bagi yang membelinya.”
12.
Apakah ibu senang berkumpul dengan
orang-orang di panti ini?
Jawaban
: “Ya. Saya sangat senang berkumpul disini. Biasanya saat kami kumpul, kami
suka beryanyi bersama.”
13.
Apakah disini pernah ada pertengkaran?
Jawaban
: “Tidak. Disini semua sangat baik dengan sesama. Disini sangatlah tentram”
14.
Apa yang sering ibu lakukan ketika waktu
kosong?
Jawaban
: “Terkadang saya suka baca-baca buku.”
15.
Bagaimana dengan peribadahan yang
dilakukan di panti ini?
Jawaban
: “Disini sangat baik. Agendanya yang agama islam selalu sholat berjamaah.
Sayapun begitu, setelah mendengar adzan segera wudhu dan sholat berjamaah di
mushola.”
16.
Bagaimana kondisi kesehatan ibu?
Jawaban
: “Alhamdulillah kondisi saya baik baik saja. Saya sehat dan tidak
sakit-sakitan. Karena disini memang selalu aa agenda olahraga. Jadi saya
menjadi sehat.”
17.
Apakah refreshing yang pas buat ibu?
Jawaban
: “Biasanya kalau disini refreshing hanya muter kompleks perumahan saja.
Meskipun hanya itu, saya sangatlah senang.”
18.
Apakah dengan memutari kompleks
perumahan saja sudah membuat ibu merasa senang?
Jawaban
: “Ya. Saya sangat senang. Tak perlu jauh jauh asal bersama.”
19.
Biasanya kalau dalam acara di panti. Ibu
berperan menjadi apa?
Jawaban
:”Saya menjadi partisipan saja.”
20.
Apakah yang menjadi partisipan banyak?
Jawaban
: “Ya. Banyak teman teman saya yang hanya menjadi partisipan.”
Bu
Sayati memiliki masalalu yang mungkin tidak baik. Beliau dahulu bisa berada di
Panti karena dibuang oleh keluarganya. Dan hingga beliau dibawa oleh temannya
ke griya wreda. Namun setelah beliau tinggal di panti, tidak ada satupun sanak
keluarga yang mencarinya bahkan hanya sekedar bertemu dengannya.
Terlihat
pula dengan pendidikan terakhir yang ditempuh adalah SMP, beliau terlahir dalam
keluarga yang susah.
Bu
sayati disini merasa sangat bahagia daripada harus bersama saudara saudara
kandungnya. Beliau merasa semua yang ada dipanti ini adalah saudaranya. Karena
hakikatnya saudara adalah selalu bersama.
Kebahagiaan
yang ia dapatkan ini membuat sehat jasmani dan rohani. Beliau sangat sehat,
terlihat dari cara berjalannya, berbicara, dll. Selain kesehatan yang ia
dapatkan dari hal batin. Kesehatan jasmani juga ia dapatkan karea di panti
memiliki jadwal olah raga setiap minggunya.
Bu
Sayati juga senang dengan berbagai agenda yang ada. Misalnya pada saat
keterampilan. Beliau akan membuat kalung dari rangkaian benang dan manik manik.
Selain itu juga ada agenda untuk rekreasi. Rekreasi yang di maksudkan adalah
keliling kompleks bersama.
BAB
V
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Orang usia lanjut, yang kira kira mulai
terjadi pada usia enam puluh tahun
ditandai dengan adanya perubahan yang bersifat fisik dan psikologis yang
cenderung mengarah ke penyesuaian diri yang buruk dan hidupnya tidak bahagia.
Perubahan fisik termasuk perubahan dalam
penampilan, perubahan yang berbeda pada sistem organ dalam, perubahan dalam
fungsi psikologis, perubahan pada sistem syaraf, dan perubahan penampilan dan
kemampuan seksual.
Perubahan yang sangat umum terhadap
kemampuan motorik, termasuk perubahan kekutan fisik dan kecepataan dalam
bergerak, bertambahnya waktu yang diperlukan untuk ketermpilan, konsep dan
prinsip baru, dan ada kecenderungan sikapnya menjadi canggung dsn kikuk.
Sementara itu banyak hal-hal yang
menyebabkan perubahan kemampuan mental, kurangnya rangsangan lingkungan dan
kurang motivasi terhadap kesadaran mental yang ada untuk membedakan kondisi
yang paling bersifat umum dan yang paling serius.
B.
Saran
1. Berikan
berbagai motivasi pada orang yang berusia lanjut.
2. Lakukanlah
berbagai hal yang mengasah keterampilan bersama orang usia lanjut.
3. Berikan
waktu terbaik untuk bersama orang usia lanjut untuk kebaikan mereka.
DAFTAR
PUSTAKA
Santrok, John W. 2002. Life-Span Development: Perkembangan Masa Hidup, Edisi 5,Jjilid II. JAKARTA:
ERLANGGA.
Hurlock, Elizabeth B. 2002. Psikologi Perkembangan:Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan,
Edisi 5. JAKARTA: ERLANGGA.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar