Kamis, 17 Desember 2015

Penelitian Psikologi Agama

PENELITIAN PSIKOLOGI AGAMA

            Nama saya Vey (Nama Disamarkan). Saya berjenis kelamin perempuan yang lahir pada 12 Januari 1996 di sebuah Rumah Sakit Bersalin Pura Raharja yang berada di Jl. Pucang Adi di kota Surabaya. Saya merupakan anak ketiga dari lima bersaudara, dari sebuah keluarga yang dikepala keluargai oleh Abi Dr. H. Fauzan, SKM,.Mkes (Nama Disamarkan). dan Ummi drH. Hj. Fiqa (Nama Disamarkan). Kami bertempat tinggal disebuah rumah yang berada di daerah Surabaya, tepatnya di Jl. Rungkut Asri Timur VII / 19 (RK 4 D 2).
            Saya murni terlahir dari keluarga yang islami. Abi dan Ummi saya mendidik saya dari lahir hingga saat ini untuk tetap berada pada koridor islam. Saya menggunakan jilbabpun bukan dari usia SD ataupun SMP, namun dari bayi. Mungkin saat bayi saya tidak mengerti apa yang dilakukan orang tua saya terhadap saya. Namun nampak jelas dari berbagai foto yang saya temukan di album foto masa kecil. Didalamnya nampak banyak foto bayi saya yang  sudah menggunakan jilbab.
            Jika mengingat kembali hal yang terjadi di masa kecil. Saya hanya dapat mengingat beberapa yang menurut saya berkesan dalam hidup saya, yang sampai saat inipun saya tidak dapat melupakannya.
            Saya teringat suatu kejadian yang saya alami saat usia 3 tahun. Saat itu shalat Idul Fithri saya diajak Abi dan Ummi untuk shalat di lapangan. Namun setibanya disana, saya sangat rewel karena hawanya panas. Saya menangis dan membuat banyak para ibu-ibu sekeliling memperhatikan saya dan Ummi saya. Lalu Ummi saya menasehati saya dengan lembut, “Vey, putri kecil kesayangan Ummi dan Abi. Vey pada setiap tahunnya akan melaksanakan shalat Idul Fithri. Vey harus sabar dengan suasana yang panas seperti ini. Coba Vey lihat sekeliling Vey, mereka wajahnya berseri seri karena hari ini adalah hari bahagia. Apakah Vey ingin membuat hari mereka buruk karena tangisan Vey?”. Seketika saya diam dan tidak memikirkan apa yang dikatakan Ummi, namun saya mengingatnya sampai saat ini. Dan setelah saya besar, saya baru bisa memaknai maksud Ummi.
            Saya diajarkan Shalat oleh orang tua saya sejak usia 3 tahun. Saat orang tua saya shalat berjamaah,  saya selalu ada didepan Ummi dan dibelakang Abi. Dan bahagianya saya ketika umur segitu sudah dibelikan oleh orang tua saya mukenah. Setelah sholat, saya mendengarkan Ummi dan Abi tilawah Al Qur’an.
            Saat saya usia 4 tahun, saya diajarkan doa doa Shalat. Terutama surat Al Fatihah. Dan pada usia ini, saya baru mengenal doa doa Shalat, lalu orang tua saya mencoba memberikan pemahaman pada saya secara perlahan.
            Ketika saya berada dibangku TK, saya sudah hafal surat Al Fatihah dan surat surat pendek. Doa doa sholat sudah hafal. Dan sudah mulai mempraktekannya dalam shalat.
            Pada saat saya masuk SD, saya sudah mulai rutin melakukan  Shalat 5 waktu, puasa dan sedekah. Dan di bangku SD ini saya baru bisa melakukan wudhu yang sempurna beserta doanya. Dan di bangku SD ini saya memiliki keyakinan bahwa Allah itu maha melihat dan mendengar. Jadi saya selalu takut melakukan hal yang buruk karena saya yakin Allah melihat apa yang saya lakukan.
            Saat SMP saya merasakan betapa tenangnya hati ketika dekat dengan Allah. Saya percaya bahwa Allah juga dekat dengan hambanya yang dekat denganNya. Allah akan selalu menjaga disetiap langkah. Allah akan memudahkan segala urusan.
            Saat SMA saya benar benar menjaga diri saya agar tetap berada di jalan yang benar. Karena saya ingin masuk di perkuliahan yang bagus. Alhamdulillah atas segala usaha dan doa. Hasil unas saya memuaskan dan saya keterima jalur undangan sekaligus jalur prestasi.

Dan kini saya berada di UINSA. Saya yakin Allah menempatkan saya disini karena Allah tau bahwa disinilah saya akan tumbuh dan berkembang. Kini saya merasa dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Semoga apapun yang terjadi selalu dalam lindungan Allah SWT. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar