PENELITIAN
PSIKOLOGI AGAMA
Nama saya Vey (Nama Disamarkan). Saya berjenis kelamin
perempuan yang lahir pada 12 Januari 1996 di sebuah Rumah Sakit Bersalin Pura
Raharja yang berada di Jl. Pucang Adi di kota Surabaya. Saya merupakan anak
ketiga dari lima bersaudara, dari sebuah keluarga yang dikepala keluargai oleh Abi Dr. H. Fauzan, SKM,.Mkes (Nama Disamarkan). dan Ummi drH. Hj. Fiqa (Nama
Disamarkan). Kami bertempat tinggal disebuah rumah yang berada di daerah Surabaya, tepatnya di
Jl. Rungkut Asri Timur VII / 19 (RK 4 D 2).
Saya
murni terlahir dari keluarga yang islami. Abi dan Ummi saya mendidik saya dari
lahir hingga saat ini untuk tetap berada pada koridor islam. Saya menggunakan
jilbabpun bukan dari usia SD ataupun SMP, namun dari bayi. Mungkin saat bayi
saya tidak mengerti apa yang dilakukan orang tua saya terhadap saya. Namun
nampak jelas dari berbagai foto yang saya temukan di album foto masa kecil.
Didalamnya nampak banyak foto bayi saya yang
sudah menggunakan jilbab.
Jika
mengingat kembali hal yang terjadi di masa kecil. Saya hanya dapat mengingat
beberapa yang menurut saya berkesan dalam hidup saya, yang sampai saat inipun
saya tidak dapat melupakannya.
Saya
teringat suatu kejadian yang saya alami saat usia 3 tahun. Saat itu shalat Idul
Fithri saya diajak Abi dan Ummi untuk shalat di lapangan. Namun setibanya
disana, saya sangat rewel karena hawanya panas. Saya menangis dan membuat
banyak para ibu-ibu sekeliling memperhatikan saya dan Ummi saya. Lalu Ummi saya
menasehati saya dengan lembut, “Vey, putri kecil kesayangan Ummi dan Abi. Vey
pada setiap tahunnya akan melaksanakan shalat Idul Fithri. Vey harus sabar
dengan suasana yang panas seperti ini. Coba Vey lihat sekeliling Vey, mereka
wajahnya berseri seri karena hari ini adalah hari bahagia. Apakah Vey ingin
membuat hari mereka buruk karena tangisan Vey?”. Seketika saya diam dan tidak
memikirkan apa yang dikatakan Ummi, namun saya mengingatnya sampai saat ini.
Dan setelah saya besar, saya baru bisa memaknai maksud Ummi.
Saya
diajarkan Shalat oleh orang tua saya sejak usia 3 tahun. Saat orang tua saya
shalat berjamaah, saya selalu ada
didepan Ummi dan dibelakang Abi. Dan bahagianya saya ketika umur segitu sudah
dibelikan oleh orang tua saya mukenah. Setelah sholat, saya mendengarkan Ummi
dan Abi tilawah Al Qur’an.
Saat
saya usia 4 tahun, saya diajarkan doa doa Shalat. Terutama surat Al Fatihah.
Dan pada usia ini, saya baru mengenal doa doa Shalat, lalu orang tua saya
mencoba memberikan pemahaman pada saya secara perlahan.
Ketika
saya berada dibangku TK, saya sudah hafal surat Al Fatihah dan surat surat
pendek. Doa doa sholat sudah hafal. Dan sudah mulai mempraktekannya dalam
shalat.
Pada
saat saya masuk SD, saya sudah mulai rutin melakukan Shalat 5 waktu, puasa dan sedekah. Dan di
bangku SD ini saya baru bisa melakukan wudhu yang sempurna beserta doanya. Dan
di bangku SD ini saya memiliki keyakinan bahwa Allah itu maha melihat dan
mendengar. Jadi saya selalu takut melakukan hal yang buruk karena saya yakin
Allah melihat apa yang saya lakukan.
Saat
SMP saya merasakan betapa tenangnya hati ketika dekat dengan Allah. Saya
percaya bahwa Allah juga dekat dengan hambanya yang dekat denganNya. Allah akan
selalu menjaga disetiap langkah. Allah akan memudahkan segala urusan.
Saat
SMA saya benar benar menjaga diri saya agar tetap berada di jalan yang benar.
Karena saya ingin masuk di perkuliahan yang bagus. Alhamdulillah atas segala
usaha dan doa. Hasil unas saya memuaskan dan saya keterima jalur undangan
sekaligus jalur prestasi.
Dan kini saya berada di UINSA. Saya yakin
Allah menempatkan saya disini karena Allah tau bahwa disinilah saya akan tumbuh
dan berkembang. Kini saya merasa dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.
Semoga apapun yang terjadi selalu dalam lindungan Allah SWT.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar