Kamis, 17 Desember 2015

Self Therapy

23 Mei 2015
Fasilitator        : Mas Andi
Notulen           : Husna Sholihah
Psychology Learner

Self Therapy

A.    Self
Menurut teori Psikoanalisis Symond dalam bukunya  yang berjudul : The Ego and The Self (1951)memberi batasan Ego sebagai suatu kelompok proses, yaitu proses-proses mengamati, mengingat dan berfikir, yang perlu untuk membuat dan melaksanakan rencana tindakan untuk mencapai kepuasan sebagai response terhadap dorongan dari dalam, dan self sebagai cara-cara bagaimana seseorang bereaksi terhadap dirinya sendiri.

B.     Therapy
Therapy atau pengobatan adalah remeditasi masalah kesehatan, biasanya mengikuti diagnosis. Orang yang melakukan terapi disebut sebagai terapis. Dalam bidang medis, kata terapi sinonim dengan pengobatan. Sedangkan dalam psikologi, kata ini mengacu kepada psikoterapi.
1.      Terapi pencegahan atau terapi Profilaksis
Adalah pengobatan yang dimaksudkan untuk mencegah munculnya kondisi medis. Sebagai contoh adalah banyaknya vaksin untuk mencegah infeksi penyakit.
2.      Terapi Abortive
Adalah pengobatan yang untuk menghentikan kondisi medis dari perkembangan lebih lanjut. Pengobatan yang dilakukan pada tanda-tanda paling awal dari munculnya penyakit, seperti gejala migrain.
3.      Terapi Supportive
Adalah suatu terapi yang tidak merawat atau memperbaiki kondisi yang mendasarinya, melainkan meningkatkan kenyaman pasien.

C.    Pendekatan dalam Self Therapy
1.      Pendekatan Behavioristik
Menitik beratkan peranan lingkungan, peranan dunia luar sebagai faktor penting dimana seseorang dipengaruhi relaksasi, lahan kepekaan, penguasaan diri.
2.      Pendekatan Kognitif
Terapi yang menggunakan pendekatan terstuktur, aktif dan rektif untuk menghadapi berbagai hambatan dalam kepribadian, depresi.
Mengubah pola pikir dari negatif menjadi positif.

Distorsi Kognitif
Dalam karya aslinya tentang depresi, Beck (1967) mengidentifikasi beberapa distorsi kognitif yang signifikan yang dapat diidentifikasi dalam proses berfikir orang yang depresi.
Freeman (1987) dan DeRubies, Tang dan Beck (2001) membahas berbagai distorsi kognitif umum yang ditemukan pada gangguan psikologis yang berbeda. Yaitu:
1.      All-or-nothing thinking
Dengan berfikir bahwa sesuatu harus baik dan persis seperti apa yang kita inginkan atau itu sebuah kegagalan.
2.      Selektif Abstraksi (Selective Abstraction)
Kadang-kadang manusia memilih ide atau fakta dari suatu peristiwa untuk mendukung pemikiran mereka menjadi depresu atau negatif.
3.      Membaca Pikiran (Mind Reading)
Hal ini mengacu pada gagasan bahwa kita tahu apa yang orang lain pikirkan tentang kita.
4.      Prediksi Negatif (Negative Prediction)
Ketika seseorang percaya bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi, dan tidak ada bukti yang mendukung hal ini, ini merupakan prediksi negatif.
5.      Sebagai bencana (Catastrophizing)
Dalam distorsi kognitif, individu membayangkan suatu aktifitas mereka terjadi kekhawatiran dan menjadikan mereka takut.
6.      Generalisasi yang berlebihan (Overgeneralization)
Membuat aturan berdasarkan beberapa kejadian negatif, individu mendistorsi pemikiran mereka melalui generalisasi yang berlebihan.
7.      Pelabelan dan mislabeling (Labeling and Mislabeling)
Sebuah pandangan negatif tentang diri sendiri yang diciptakan oleh diri sendiri berdasarkan kesalahan dan kecerobohan.
8.      Pembesaran atau minimalisasi (Magnification or Minimization)
Distorsi kognitif dapat terjadi ketika individu memperbesar ketidaksempurnaan dan meminimalisasikan poin yang baik. Mereka yang menyebabkan kesimpulan dan mendukung kepercayaan yang rendah diri dan perasaan depresi.
9.      Personalisasi (Personalization)
Mengambil suatu peristiwa yang tidak berhubungan dengan individu yang membuatnya bermakna menghasilkan distorsi kognitif personalisasi.

D.    Macam macam Self Therapy
1.      Terapi Tingkah Laku
Tujuannya untuk menciptakan kondisi-kondisi baru bagi proses belajar. Dasar alasannya ialah bahwa segenap tokoh tingkah laku adalah dipelajari (learned), termasuk tingkah laku yang maladaptif. Jika tingkah laku neurotik learned, maka ia bisa unlearned (dihapus dari ingatan), dan tingkah laku yang lebih efektif  bisa diperoleh. Terapi tingkah laku pada hakikiatnya terdiri atas proses penghapusan hasil belajar yang tidak adaptif, dan memberikan pengalaman-pengalaman belajar yang didalamnya terdapat respon-respon yang layak, namun belum dipelajari.
Manfaatnya :
a.       Meningkatkan perilaku
b.      Menurunkan perilaku
c.       Reinforcement positif : memberi penghargaan terhadap tingkah laku
d.      Reinforcement negatif : mengurangi stimulus aversi
e.       Punishment : memberi stimulus aversi
f.       Respons cost : menghilangkan atau menarik reinforcer
2.      Terapi Alam Bawah Sadar
“Anda mungkin mempunyai keinginan untuk melakukan perubahan menjadi lebih baik atau menghilangkan kebiasaan buruk. Tapi sejauh ini, itu hanya sebatas keinginan saja, Anda belum berhasil untuk mewujudkannya. Apakah Anda tahu bahwa masalahnya adalah hanya satu: keinginan Anda belum masuk kedalam pikiran bawah sadar. Sekuat apapun keinginan Anda, jika hanya masih dalam pikiran sadar Anda maka sangat sulit untuk mewujudkan keinginan Anda. Solusinya adalah: kondisikan otak Anda pada frekwensi Alpha. Pada saat ini, otak sengat sensitif untuk menerima sugesti baik berupa Visualisasi maupun Afirmasi yang Anda lakukan. Ketika Anda telah melakukan ini, maka saat itu juga keinginan Anda masuk pada alam bawah sadar. Ulangi teknik ini beberapa kali, sampai Anda benar-benar mempunyai keyakinan penuh bahwa keinginan Anda akan tercapai.”
Pada saat otak pada gelombang Alpha, maka saat itulah otak sangat mudah untuk menerima sugesti-sugesti positif. Sugesti-sugesti tersebut di terima otak dan masuk pada alam bawah sadar. Kita dapat  untuk hidup lebih baik dengan melakukan Self-programming, yaitu melakukan perubahan dengan usaha diri kita sendiri.
Salah satu yang  paling potensial adalah merubah karakter negatif/buruk  (yang tidak kita sukai) menjadi karakter positif yang mungkin tanpa kita sadari telah terjadi pada diri kita bertahun-tahun, cukup dengan menggabungkan terapi gelombang dan serangkaian afirmasi/visualisasi maka terapi ini akan bekerja untuk kita.
3.      Terapi Aura
Aura adalah biasan atau pancaran warna yang melingkari tubuh kita, setiap warna yang terpancar dari tubuh kita mempunyai arti berbeda - beda, sesuai dengan warna aura yang di pancarkan. Namun jika kita bisa memancarkan aura positif maka kita bisa menjadi orang yang berkualitas, baik itu kecerdasan, kecantikan, ketampanan, kesuksesan, kharisma, maupun kesehatan.
Aura Atau Pancaran cahaya yang menyelimuti dalam tubuh kita, mempunyai arti tersendiri, dimana warna tersebut bibsa mewakili dari sikap dan karaketer seseorang pada saat itu. Warna Aura seseorang selalu berubah setiap saat tergantung kondisi orang pada saat itu, ketika orang mempunyai warna aura yang cerah dan terang itu berarti aura positif sedang menyelimuti dirinya, sedangkan ketika orang mempunyai aura yang gelap itu berarti aura negatif sedang menyelimuti dirinya. Namun hal tersebut belum tentu menjadi patokan orang yang mempunyai aura positif tidak selamanya positif, aura positif bisa berubah menjadi negatif sesuai dengan kondisi dan keadaan orang tersebut.
Tidak semua orang dapat melihat aura yang membungkus tubuh manusia. Hanya orang-orang yang mempunyai kelebihan tertentu yang dapat melihat warna aura pada dirinya dan orang lain. Tetapi hal ini tidak menutup kemungkinan bagi kita untuk dapat merasakan aura yang terpancar dalam diri kita.
Terapi musik yang kita dengarkan akan selalu mengalirkan pesan positif untuk otak kita dan gelombangnya selalu bekerja meskipun saat menggunakannya kita dalam keadaan terlelap atau tidur. Sehingga tubuh akan merespon segala perintah yang diterima dari aliran positif ini kemudian menjadikan positif juga untuk tingkah laku dan perilaku. Dengan adanya getaran positif dalam otak, kita akan dapat merasakan adanya aura positif dalam diri.
Terapi Aura dapat bermanfaat seperti:
1. Disenangi banyak orang. Gampang jodoh bagi yang sulit cari pasangan hidup.
2. Aura muka selalu segar, cerah dan ceria, Penampilan lebih menarik/awet muda.
3. Melancarkan bisnis, karier, melamar pekerjaan dan segala urusan.
4. Menyingkirkan hawa sial/ tidak beruntung/ rintangan hidup.
5. Terhindar dari kejahatan (copet, rampok, sihir, santet, gendam dll).
6. Mencegah stress, menjaga kesehatan.
7. Selalu mempunyai ide-ide cemerlang (inovatif).




Warna-warna Aura, yang memiliki ciri-ciri emosional tertentu:
a.       Ungu                     : tingkat pencapaian kerohanian, hubungan Illahi, mistik. Terletak pada kelenjar pituitari atau ubun-ubun.
b.      Nila                       : kebijaksanaan mendalam, bersifat seni, penguasaan diri dan selaras dengan alam. Terletak di kelenjar pineal atau jidat.
c.       Biru                       : bermental kuat, kecerdasan dan pemikir nalar.
d.      Biru gelap              : merupakan sifat curiga. Terletak di otak.
e.       Hija                       : keseimbangan, harmoni, penyembuhan dan mudah menyesuaikan diri.
f.       Hijau gelap            : penuh tipuan, licik. Terletak di leher.
g.      Kuning                  : kasih sayang, baik hati, belas kasihan dan optimis
h.      Kuning gelap         : curiga dan tamak. Terletak di jantung.
i.        Orange                  : energi dan kesehatan tubuh, berhubungan dengan penyakit dan vitalitas fisik yang rendah.
j.        Orange gelap         : memperlihatkan kecerdasan yang rendah. Terletak di lambung dan limpa.
k.      Merah                    : kehidupan jasmaniah, ambisi dan penuh birahi.
l.        Merah gelap          : ganas dan penuh nafsu.
m.    Merah muda          : kasih tanpa pamrih, kelembutan hati, sopan santun. Terletak di bawah pusar.
n.      Coklat                   : pelit, mementingkan diri sendiri dan egois.
o.      Abu-abu                : kemurungan, energi rendah dan rasa takut.
p.      Hitam                    : jahat, culas dan bermaksud buruk.
q.      Putih                      : menunjukan tingkat kerohanian yang tinggi.
r.        Perak                     : energi tinggi dan sangat berguna.
s.       Emas                     : diri yang luhur dan pencapaian kerohanian yang tinggi.








4.      Terapi Pernafasan
5 Elemen pada manusia adalah jiwa, hati, pikiran kausal / luhur, pikiran astral / bijak, dan pikiran fisik. Energi kelima elemen ini direfleksikan melalui elemen Eter, Udara, Api, Air, dan Bumi:
*       Elemen Eter merefleksikan energi dari jiwa, yaitu melalui organ otak dan panca indra.
*       Elemen Udara merefleksikan energi dari hati, yaitu melalui organ jantung dan paru-paru.
*       Elemen Api merefleksikan energi dari pikiran luhur, yaitu melalui organ hati dan lambung.
*       Elemen Air merefleksikan energi dari pikiran bijak, yaitu melalui organ darah, usus, ginjal, dan pankreas.
*       Elemen Bumi merefleksikan energi dari pikiran fisik, yaitu melalui organ tulang dan sumsum tulang.
Pada waktu bayi, kelima elemen ini semuanya bernapas, termasuk seluruh sel tubuh dan paru-paru pada tubuh fisik. Tetapi dengan bertambahnya usia, satu persatu elemen ini mulai berhenti bernapas. Sel tubuh juga ikut berhenti bernapas, dan paru-paru juga semakin sedikit bernapas. Terapi pernapasan 5 Elemen membantu agar kelima elemen beserta seluruh sel tubuh dan paru-paru kembali bisa bernapas optimal.
Efek negatif Pernapasan yang kurang bagus pada Kesehatan:
Pernapasan yang pendek dan tidak seimbang antara hidung kiri dan kanan merupakan contoh pernapasan yang kurang baik. Berbagai efek negatif dari pernapasan yang kurang baik terhadap kesehatan adalah:
v  Stres
v  Susah tidur atau insomnia
v  Konsentrasi menurun
v  Paru-paru lemah dan tidak bisa memperoleh cukup oksigen.
v  Jantung lemah, karena kurang oksigen dan tidak kuat memompa darah
v  Pusing, tekanan darah rendah, karena darah kurang oksigen, serta tidak lancar mengalir ke kepala
v  Gejala sesak napas atau asma
v  Stamina menurun
v  Hormon dan enzim tidak seimbang,  sehingga menurunkan daya tahan tubuh terhadap penyakit dan kanker
Berbagai efek negatif ini bisa diatasi dengan berlatih pernapasan sehat.

Efek Positif Pernapasan yang Sehat:
Dengan berlatih pernapasan sehat 5 elemen, maka orang akan bertambah sehat dan memperoleh berbagai manfaat berikut:
v  Napas menjadi lebih seimbang antara hidung kiri dan hidung kanan
v  Stres akan hilang dan rasa bahagia meningkat
v  Meningkatkan konsentrasi
v  Tidur nyenyak bertambah lama
v  Volume paru-paru bertambah dan memperoleh cukup oksigen.
v  Jantung bertambah kuat, karena memperoleh cukup oksigen dan semakin kuat memompa darah
v  Pusing, tekanan darah menjadi normal, pusing hilang, karena darah cukup oksigen, serta lancar mengalir ke kepala
v  Gejala sesak napas akan hilang
v  Stamina meningkat

v  Hormon dan enzim menjadi lebih seimbang, sehingga meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit dan kanker

Tidak ada komentar:

Posting Komentar