23 Mei 2015
Fasilitator :
Mas Andi
Notulen :
Husna Sholihah
Psychology Learner
Self Therapy

A. Self
Menurut
teori Psikoanalisis Symond dalam bukunya
yang berjudul : The Ego and The
Self (1951)memberi batasan Ego sebagai suatu kelompok proses, yaitu proses-proses
mengamati, mengingat dan berfikir, yang perlu untuk membuat dan melaksanakan
rencana tindakan untuk mencapai kepuasan sebagai response terhadap dorongan
dari dalam, dan self sebagai cara-cara bagaimana seseorang bereaksi terhadap
dirinya sendiri.
B. Therapy
Therapy
atau pengobatan adalah remeditasi masalah kesehatan, biasanya mengikuti
diagnosis. Orang yang melakukan terapi disebut sebagai terapis. Dalam bidang
medis, kata terapi sinonim dengan pengobatan. Sedangkan dalam psikologi, kata
ini mengacu kepada psikoterapi.
1. Terapi
pencegahan atau terapi Profilaksis
Adalah
pengobatan yang dimaksudkan untuk mencegah munculnya kondisi medis. Sebagai
contoh adalah banyaknya vaksin untuk mencegah infeksi penyakit.
2. Terapi
Abortive
Adalah
pengobatan yang untuk menghentikan kondisi medis dari perkembangan lebih
lanjut. Pengobatan yang dilakukan pada tanda-tanda paling awal dari munculnya
penyakit, seperti gejala migrain.
3.
Terapi Supportive
Adalah
suatu terapi yang tidak merawat atau memperbaiki kondisi yang mendasarinya,
melainkan meningkatkan kenyaman pasien.
C. Pendekatan dalam Self Therapy
1.
Pendekatan Behavioristik
Menitik
beratkan peranan lingkungan, peranan dunia luar sebagai faktor penting dimana
seseorang dipengaruhi relaksasi, lahan kepekaan, penguasaan diri.
2.
Pendekatan Kognitif
Terapi
yang menggunakan pendekatan terstuktur, aktif dan rektif untuk menghadapi
berbagai hambatan dalam kepribadian, depresi.
Mengubah
pola pikir dari negatif menjadi positif.
Distorsi Kognitif
Dalam
karya aslinya tentang depresi, Beck (1967) mengidentifikasi beberapa distorsi
kognitif yang signifikan yang dapat diidentifikasi dalam proses berfikir orang
yang depresi.
Freeman
(1987) dan DeRubies, Tang dan Beck (2001) membahas berbagai distorsi kognitif
umum yang ditemukan pada gangguan psikologis yang berbeda. Yaitu:
1.
All-or-nothing
thinking
Dengan berfikir bahwa sesuatu harus baik
dan persis seperti apa yang kita inginkan atau itu sebuah kegagalan.
2. Selektif
Abstraksi (Selective Abstraction)
Kadang-kadang manusia memilih ide atau
fakta dari suatu peristiwa untuk mendukung pemikiran mereka menjadi depresu
atau negatif.
3.
Membaca Pikiran (Mind Reading)
Hal ini mengacu pada gagasan bahwa kita
tahu apa yang orang lain pikirkan tentang kita.
4. Prediksi
Negatif (Negative Prediction)
Ketika seseorang percaya bahwa sesuatu
yang buruk akan terjadi, dan tidak ada bukti yang mendukung hal ini, ini
merupakan prediksi negatif.
5.
Sebagai bencana (Catastrophizing)
Dalam distorsi kognitif, individu
membayangkan suatu aktifitas mereka terjadi kekhawatiran dan menjadikan mereka
takut.
6.
Generalisasi yang berlebihan (Overgeneralization)
Membuat aturan berdasarkan beberapa
kejadian negatif, individu mendistorsi pemikiran mereka melalui generalisasi
yang berlebihan.
7. Pelabelan
dan mislabeling (Labeling and
Mislabeling)
Sebuah pandangan negatif tentang diri
sendiri yang diciptakan oleh diri sendiri berdasarkan kesalahan dan
kecerobohan.
8. Pembesaran
atau minimalisasi (Magnification or
Minimization)
Distorsi kognitif dapat terjadi ketika
individu memperbesar ketidaksempurnaan dan meminimalisasikan poin yang baik.
Mereka yang menyebabkan kesimpulan dan mendukung kepercayaan yang rendah diri
dan perasaan depresi.
9.
Personalisasi (Personalization)
Mengambil suatu peristiwa yang tidak berhubungan
dengan individu yang membuatnya bermakna menghasilkan distorsi kognitif
personalisasi.
D.
Macam
macam Self Therapy
1. Terapi Tingkah Laku
Tujuannya
untuk menciptakan kondisi-kondisi baru bagi proses belajar. Dasar alasannya
ialah bahwa segenap tokoh tingkah laku adalah dipelajari (learned), termasuk
tingkah laku yang maladaptif. Jika tingkah laku neurotik learned, maka ia bisa
unlearned (dihapus dari ingatan), dan tingkah laku yang lebih efektif bisa diperoleh. Terapi tingkah laku pada
hakikiatnya terdiri atas proses penghapusan hasil belajar yang tidak adaptif,
dan memberikan pengalaman-pengalaman belajar yang didalamnya terdapat
respon-respon yang layak, namun belum dipelajari.
Manfaatnya
:
a. Meningkatkan
perilaku
b. Menurunkan
perilaku
c. Reinforcement
positif : memberi penghargaan terhadap tingkah laku
d. Reinforcement
negatif : mengurangi stimulus aversi
e. Punishment
: memberi stimulus aversi
f. Respons
cost : menghilangkan atau menarik reinforcer
2. Terapi Alam Bawah Sadar

“Anda mungkin mempunyai keinginan untuk melakukan
perubahan menjadi lebih baik atau menghilangkan kebiasaan buruk. Tapi sejauh
ini, itu hanya sebatas keinginan saja, Anda belum berhasil untuk mewujudkannya.
Apakah Anda tahu bahwa masalahnya adalah hanya satu: keinginan Anda belum masuk
kedalam pikiran bawah sadar. Sekuat apapun keinginan Anda, jika hanya masih
dalam pikiran sadar Anda maka sangat sulit untuk mewujudkan keinginan Anda.
Solusinya adalah: kondisikan otak Anda pada frekwensi Alpha. Pada saat ini,
otak sengat sensitif untuk menerima sugesti baik berupa Visualisasi maupun
Afirmasi yang Anda lakukan. Ketika Anda telah melakukan ini, maka saat itu juga
keinginan Anda masuk pada alam bawah sadar. Ulangi teknik ini beberapa kali,
sampai Anda benar-benar mempunyai keyakinan penuh bahwa keinginan Anda akan
tercapai.”
Pada saat otak pada gelombang Alpha, maka saat itulah otak sangat mudah
untuk menerima sugesti-sugesti positif. Sugesti-sugesti tersebut di terima otak
dan masuk pada alam bawah sadar. Kita dapat untuk hidup lebih baik dengan
melakukan Self-programming, yaitu melakukan perubahan dengan usaha diri kita
sendiri.
Salah satu yang paling potensial adalah merubah karakter
negatif/buruk (yang tidak kita sukai) menjadi karakter positif yang
mungkin tanpa kita sadari telah terjadi pada diri kita bertahun-tahun, cukup
dengan menggabungkan terapi gelombang dan serangkaian afirmasi/visualisasi maka
terapi ini akan bekerja untuk kita.
3. Terapi Aura

Aura adalah biasan
atau pancaran warna yang melingkari tubuh kita, setiap warna yang terpancar
dari tubuh kita mempunyai arti berbeda - beda, sesuai dengan warna aura yang di
pancarkan. Namun jika kita bisa memancarkan aura positif maka kita bisa menjadi
orang yang berkualitas, baik itu kecerdasan, kecantikan, ketampanan,
kesuksesan, kharisma, maupun kesehatan.
Aura Atau Pancaran cahaya yang menyelimuti dalam tubuh kita, mempunyai arti
tersendiri, dimana warna tersebut bibsa mewakili dari sikap dan karaketer
seseorang pada saat itu. Warna Aura seseorang selalu berubah setiap saat
tergantung kondisi orang pada saat itu, ketika orang mempunyai warna aura yang
cerah dan terang itu berarti aura positif sedang menyelimuti dirinya, sedangkan
ketika orang mempunyai aura yang gelap itu berarti aura negatif sedang menyelimuti
dirinya. Namun hal tersebut belum tentu menjadi patokan orang yang mempunyai
aura positif tidak selamanya positif, aura positif bisa berubah menjadi negatif
sesuai dengan kondisi dan keadaan orang tersebut.
Tidak semua orang dapat melihat aura yang membungkus tubuh manusia. Hanya
orang-orang yang mempunyai kelebihan tertentu yang dapat melihat warna aura
pada dirinya dan orang lain. Tetapi hal ini tidak menutup kemungkinan bagi kita
untuk dapat merasakan aura yang terpancar dalam diri kita.
Terapi musik yang kita dengarkan akan selalu mengalirkan pesan positif
untuk otak kita dan gelombangnya selalu bekerja meskipun saat menggunakannya
kita dalam keadaan terlelap atau tidur. Sehingga tubuh akan merespon segala
perintah yang diterima dari aliran positif ini kemudian menjadikan positif juga
untuk tingkah laku dan perilaku. Dengan adanya getaran positif dalam otak, kita
akan dapat merasakan adanya aura positif dalam diri.
Terapi Aura dapat bermanfaat seperti:
1. Disenangi banyak orang. Gampang jodoh bagi yang sulit cari pasangan
hidup.
2. Aura muka selalu segar, cerah dan ceria, Penampilan lebih menarik/awet
muda.
3. Melancarkan bisnis, karier, melamar pekerjaan dan segala urusan.
4. Menyingkirkan hawa sial/ tidak beruntung/ rintangan hidup.
5. Terhindar dari kejahatan (copet, rampok, sihir, santet, gendam dll).
6. Mencegah stress, menjaga kesehatan.
7. Selalu mempunyai ide-ide cemerlang (inovatif).
Warna-warna Aura, yang memiliki ciri-ciri emosional tertentu:
a.
Ungu :
tingkat pencapaian kerohanian, hubungan Illahi, mistik. Terletak pada kelenjar
pituitari atau ubun-ubun.
b.
Nila :
kebijaksanaan mendalam, bersifat seni, penguasaan diri dan selaras dengan alam.
Terletak di kelenjar pineal atau jidat.
c.
Biru :
bermental kuat, kecerdasan dan pemikir nalar.
d.
Biru gelap : merupakan sifat curiga. Terletak di otak.
e.
Hija :
keseimbangan, harmoni, penyembuhan dan mudah menyesuaikan diri.
f.
Hijau gelap : penuh tipuan, licik. Terletak di leher.
g.
Kuning :
kasih sayang, baik hati, belas kasihan dan optimis
h.
Kuning gelap : curiga dan tamak. Terletak di jantung.
i.
Orange :
energi dan kesehatan tubuh, berhubungan dengan penyakit dan vitalitas fisik
yang rendah.
j.
Orange gelap : memperlihatkan kecerdasan yang rendah. Terletak di lambung
dan limpa.
k.
Merah :
kehidupan jasmaniah, ambisi dan penuh birahi.
l.
Merah gelap : ganas dan penuh nafsu.
m.
Merah muda : kasih tanpa pamrih, kelembutan hati, sopan santun.
Terletak di bawah pusar.
n.
Coklat :
pelit, mementingkan diri sendiri dan egois.
o.
Abu-abu :
kemurungan, energi rendah dan rasa takut.
p.
Hitam :
jahat, culas dan bermaksud buruk.
q.
Putih :
menunjukan tingkat kerohanian yang tinggi.
r.
Perak :
energi tinggi dan sangat berguna.
s.
Emas :
diri yang luhur dan pencapaian kerohanian yang tinggi.
4. Terapi Pernafasan

5 Elemen pada manusia adalah jiwa, hati, pikiran kausal / luhur, pikiran
astral / bijak, dan pikiran fisik. Energi kelima elemen ini direfleksikan
melalui elemen Eter, Udara, Api, Air, dan Bumi:
Pada waktu bayi, kelima elemen ini semuanya bernapas, termasuk seluruh sel
tubuh dan paru-paru pada tubuh fisik. Tetapi dengan bertambahnya usia, satu
persatu elemen ini mulai berhenti bernapas. Sel tubuh juga ikut berhenti
bernapas, dan paru-paru juga semakin sedikit bernapas. Terapi pernapasan 5
Elemen membantu agar kelima elemen beserta seluruh sel tubuh dan paru-paru kembali
bisa bernapas optimal.
Efek negatif Pernapasan yang kurang bagus pada
Kesehatan:
Pernapasan yang pendek dan tidak seimbang antara hidung kiri dan kanan
merupakan contoh pernapasan yang kurang baik. Berbagai efek negatif dari
pernapasan yang kurang baik terhadap kesehatan adalah:
v Stres
v Susah tidur atau insomnia
v Konsentrasi menurun
v Paru-paru lemah dan tidak bisa memperoleh cukup oksigen.
v Jantung lemah, karena kurang oksigen dan tidak kuat memompa darah
v Pusing, tekanan darah rendah, karena darah kurang oksigen, serta tidak
lancar mengalir ke kepala
v Gejala sesak napas atau asma
v Stamina menurun
v Hormon dan enzim tidak seimbang, sehingga menurunkan daya tahan tubuh
terhadap penyakit dan kanker
Berbagai efek negatif ini bisa diatasi dengan berlatih pernapasan sehat.
Efek Positif Pernapasan yang Sehat:
Dengan berlatih pernapasan sehat 5 elemen, maka orang akan bertambah sehat
dan memperoleh berbagai manfaat berikut:
v Napas menjadi lebih seimbang antara hidung kiri dan hidung kanan
v Stres akan hilang dan rasa bahagia meningkat
v Meningkatkan konsentrasi
v Tidur nyenyak bertambah lama
v Volume paru-paru bertambah dan memperoleh cukup oksigen.
v Jantung bertambah kuat, karena memperoleh cukup oksigen dan semakin kuat
memompa darah
v Pusing, tekanan darah menjadi normal, pusing hilang, karena darah cukup
oksigen, serta lancar mengalir ke kepala
v Gejala sesak napas akan hilang
v Stamina meningkat
v Hormon dan enzim menjadi lebih seimbang, sehingga meningkatkan daya tahan
tubuh terhadap penyakit dan kanker
Tidak ada komentar:
Posting Komentar