Ilmu Alamiah Dasar
Ilmu Sosial Negara
Ilmu Budaya Dasar
Pembimbing : Bpk. Noor Ahmadi
Kelompok :I
Lia Zairoh Siska Mawaddah
Husna Sholihah
Putri Pamungkas
JURUSAN PSIKOLOGI
FAKULTAS PSIKOLOGI DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL
SURABAYA
2014
Kata Pengantar
Segala
untaian rasa syukur kita ucapkan kepada Sang Kholiq yang telah melimpahkan
segala nikmatnya sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah ini tepat sesuai
dengan waktu yang telah ditentukan.
Sholawat
serta salam kita sanjungkan pada Nabi besar Muhammad SAW, karena dedikasi
beliaulah umat manusia mampu bangkit dari keterpurukan di jaman jahiliyah
menuju insan yang ulil albab dan mampu mengimplementasikan pemikirannya dalam
bentuk ibadah dan amaliyah yang nyata. Akal, itulah anugerah terbesar yang
menjadikan manusia unggul dari makhluk lain.
Penyusun
sadar bahwa ia tidak lain adalah makhluk dho’if yang pastinya mempunyai
kekurangan, dan penyusun merasa dalam pembuatan makalah ini pastilah terdapat
banyak kesalahan dan jauh dari sempurna., maka penyusun mengharapkan kritik dan
saran yang membangun atas isi maupun bobot dalam makalah ini yang akan
disempurnakan di kemudian hari dan sebagai bahan untuk membuat karya ilmiah
yang lebih baik.
Surabaya, 8 September 2014
Penyusun
PEMBAHASAN
1.
Pengertian,
Tujuan dan Pentingnya Mempelajari IAD
A.
Pengertian IAD
Ilmu Alamiah Dasar adalah ilmu pengetahuan yang mengkaji gejala
dalam alam semesta seluruhnya sehingga terbentuk konsep dan prinsip.
Abdullah Aly menukil pendapat H.W. Fowler yang mendefinisikan
sebagai ilmu yang sistematis dan dirumuskan, yang berhubungan dengan
gejala-gejala kebendaan dan didasarkan terutama atas pengamatan dan induksi.
Sehingga ilmu alamiah atau ilmu pengetahuan alam merupakan suatu ilmu teoritis,
tetapi teori tersebut didasarkan atas pengamatan, percobaan-percobaan
terhadapat gejala-gejala alam.
Ilmu alamiah juga dapat diartikan sebagai suatu pengetahuan
teoritis yang diperoleh dengan cara yang khusus yaitu observasi, eksperimen,
penyimpulan, penyusunan teori dan seterusnya.
B.
Tujuan
Mempelajari IAD
Ø Mampu memahami dan menjelaskan ruang lingkup pembahasan IAD.
Ø Mampu memahami persoalan ilmu alamiah dengan penalaran yang lebih
komprehensif.
Ø Memiliki cara pandang yang utuh akan hubungan al-Khaliq dengan
makhlukNya berikut tanggung jawab manusia di dalamnya.
C.
Pentingnya
mempelajari IAD
Ilmu Alamiah Dasar ini akan menjadi sumber nilai dan pedoman guna
mengantarkan mahasiswa memantapkan; kepribadian, kepekaan lingkungan dan sosial,
kemampuan hidup bermasyarakat, pengetahuan tentang pelestarian pemanfaatan
sumber daya alam dan lingkungan hidup, dan mempunyai wawasan tentang
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
2.
Manusia dan
Pemikiran
A.
Manusia Sebagai
Makhluk yang Berakal
Manusia adalah salah satu makhluk yang diciptakan Allah SWT yang
memiliki karakteristik yang khas.Manusia harus dikaji sebagai obyekyang
menyeluruh dan mendalam, yaitu dengan
memahami potensi kehidupan yang mempengaruhi hidupnya. Potensi kehidupan yang
dimaksud adalah ciri khas yang diberikan Sang Pencipta yang diberikan setiap
makhluk hidup. Dan apabila diperhatikan dengan mendalam, potensi kehidupan ada
dua yaitu kebutuhan jasmani dan naluri.
1.
Kebutuhan Jasmani
Kebutuhan jasmani merupakan kebutuhan organ tubuh yang berkaitan
dengan kadar tertentu yang telah ditetapkan oleh Allah SWT pada manusia atau
hewan.
2.
Naluri
Naluri pada manusia terdiri dari :
a.
Naluri beragama
(Gharizatut Taddayun)
b.
Naluri
mempertahankan diri (Gharizatut Baqa)
c.
Naluri
melangsungkan keturunan (Gharizatut Nau’)
Naluri
beragama (Gharizatut Tadayyun).
Penampakannya mendorong manusia untuk mensucikan sesuatu yang mereka anggap
sebagai wujud dari Sang Pencipta, maka dari itu dalam diri manusia ada
kecenderungan untuk beribadah kepada Allah, perasaan kurang, lemah dan membutuhkan
kepada yang lainnya.
Naluri
mempertahankan diri (Gharizatut Baqa’).
Penampakannya mendorong manusia untuk melaksanakan berbagai aktivitas dalam
rangka melestarikan kelangsungan hidup.
Naluri
melangsungkan keturunan (Gharizatut nau’).
Penampakannya akan mendorong manusia melangsungkan jenis manusia. Sebagai
penampakan dari naluri ini, manusia memiliki kecenderungan seksual,rasa
kebapakan, rasa keibuan, cinta pada anak-anak, cintapada orang tua, cinta pada
orang lain dan lain-lain.
3.
Akal
dalam Al-Quran tidak kurang dari 49 kali disinggung tentang
pengertian akal, kesemuanya menganjurkan dan mensyaratkan penggunaan akal itu
dalam rangka mencapai kesuksesan hidup.
Akal berasal dari Bahasa Arab, al- aqlu. Akal merupakan kemampuan
yang diberi oleh Allah SWT kepada manusia yang melekat dengan fungsi otak.
Sebab otak manusia memiliki keistimewaan untuk mengaitkan fakta yang diiindera
dengan informasi.
Otak mannusia adalah benda yang terdapat dalam tempurung kepala,
yang berfungsi untuk berfikir. Benda ini dikelilingi dengan tiga selaput, yang
dilengkapi dengan jalinan rangkaian syaraf yang tidak terhitung jumlahnya,
yangmenghubungkan ke seluruh indera dan bagian – bagian tubuh manusia.
B.
Proses Lahirnya Pemikiran Manusia
1.
Rasa Ingin Tahu Manusia
Lahirnya pemikiran manusia itu berawal dari rasa ingin tahu yang
dimilikioleh manusia. Rasa ingin tahu pada manusia boleh dikatakan tidak akan
pernah berhenti, karena selalu muncul keinginan untukmenambah pengetahuan. Rasa
ingin tahu itu pula yang mendorong manusia untuk melakukan sesuatu demi
menemukan jawaban atas berbagai persoalan yang muncul di dalam pemikirannya.
2.
Tahapan Pemikiran Manusia
Tahapan pemikiran manusia membutuhkan beberapa komponen:
Ø Fakta, manusia membutuhkan fakta yang akan dijadikan objek
berfikirnya.
Ø Indera, untuk dapat mencerap fakta-fakta yang akan dipikirkan.
Misalnya, mata untuk melihat, peraba, pendengaran dan indera yang lain.
Ø Otak, merupakan organ yang berfungsi untuk menterjemahkan setiap
fakta yang diserap.
Ø Informasi sebelumnya, tanpa informasi manusia tidak akan dapat
untuk memahami fakta yang sedang dihadapinya.
Informasi
sebelumnya tentangsesuatu adalah hal yang harus ada untuk dapat memahami
sesuatu. Hal ini disampaikan di dalam Al-Quran, Allah berfirman:
وعلم اّدم الاسماء كلّها ثم عرضهم على
الاملائكة فقال انبئوني باسماء هؤلاء أن
كنتم صادقين . قالو سبحانك لا علم لنا الا ما علّمتنا انك انت العليم الحكيم. قال
يا ادم انبئهم باسمائهم فلمّا أنبأهم بأسمائهم قال الم أقل لكم أني اعلم غيب
السماوات و الارض واعلم ما تبدون وما كنتم تكتمون.
Artinya:
“Allahtelah mengajarkan (memberi
informasi)kepada Adam nama benda seluruhnya, kemudian Allah mengemukakan kepada
para malaikat lalu berfirman, ‘Sebutkanlah kepadaKu nama-nama benda itu jika
kamu memang orang-orang yang benar!’ Mereka menjawab ‘ Maha Suci Engkau tidak
ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami.
Sesungguhnya Engkau Maha tau dan Maha bijaksana.’ Allah berfirman, Bukankah
sudah Aku katakan kepadamu bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan
bumi serta mengetahui apa saja yang kamu tampakkan dan apa yang kamu
sembunyikan?”
C.
Tingkatan Berfikir Pada Manusia
1.
Berfikir Dangkal
yaitu pengetahuan yang diperoleh melalui proses berfikir yang hanya
melihat sesuatu dan membuat kesimpulan berkenaandengan sesuatu itu tanpa
disertai pemahaman.
Pada beberapa orang kerap kali melihatfakta namun tidak berupaya
untuk memikirkan lebih lanjut. Misalnya, banyak orang melihat fenomena
bendayang jatuh dari atas ke bawah namun
tidak berfikir lebih lanjut apa penyebabnya, fenomena itu dianggap sebagai hal
yang biasa.
2.
Berpikir Mendalam
yaitu berupaya untuk lebih mendalam memahami fakta dan lebih
mendalam mengaitkannya dengan dengan informasi. Misalnya, fenomena benda yang
jatuh tadi akan bernilai lain bagiorang yang mau berpikir lebih lanjut sampai
akhirnya dia temukan ternyata ada hukum gravitasi.
3.
Berpikir Cemerlang
Yaitu berpikir mendalam itu sendiri ditambah dengan segala sesuatu
yang ada di sekitar fakta dan yang berkaitan dengan fakta untuk bisa sampai
pada kesimpulan yang benar. Misalnya, ahli atom atau ahli kimia yang begitu
mendalam ketika mengkaji obyek yang akan diteliti, namun mereka bisa dikatakan
tidak berpikir cemerlang manakala mereka justru menjadi penyembah patung, yang
sebenarnya jika ia mau berpikir cemerlang sedikit saja ia akan sampai pada
kesimpulan bahwa patung itu tidak dapat memberi kemanfaatan sedikitpun.
D.
Ilmu Pengetahuan Perspektif Islam
Al Qur’an mengajak dan mengajarkan manusia untuk berfikir dan
menggunakan akal sehatnya. Banyak terdapat ayat al Qur’an yang telah
mengungkapkan ilmu pengetahuan sejak beberapa abad yang lalu sedangkan manusia
baru belakangan ini menemukan kesesuaianya dengan fakta.
Beberapa ayat berikut menunjukkan hal tersebut:
Qs. Ar – Rahman :19-20
مرج البحرين
ىلتقيان . بينهما برزخ لا يبهيان
Artinya: “ Dia membiarkan air laut mengalir yang
(kemudian)keduanya bertemu. Diantara keduanya ada batas yang tidak di lampui
masing-masing.
Itu menunjukan bahwa air laut dan air tawar memang tidak dapat menyatu,sesuai
dengan yang di sebut dalam Al Qur’an.
Dan juga dalam surat adz Dzariyat ayat 47 :
والسّماء
بنيناها بأيد وأنّا لموسعون
Artinya: “ langit kami bangun dengan kekuasaan (kami) dan
seseungguhnya kami benar-benar meluaskanya “
Dari ayat ini menunjukan bahwa alam semesta terus mengembang sejak
permulaanya.
اولم ير االّذين
كفروا انّ السّماوات و لارض كانتا رتقا ففتقناهما
Artinya: Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui
bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu ang padu, kemudian
kami pisahkan antara keduanya “
Kata
“ratq” disini di terjemahkan sebagai “sesuatu yang padu”di gunakan untuk
merujuk pada dua zat yang berbeda yang membentuk satu kesatuan. Dalam ayat
tersebut langit dan bumi adalah subyek dari kata sifat “fatq” lalu keduanya
terpisah (“fataqa”)satu sama lain.
Ketika kita bandingkan penjelasan ayat di atas
dengan penemuan ilmiah seperti tahap-tahap awal peristiwa bing bang,akan kita
pahami bahwa keduanya benar-benar bersesuaian satu sama lain. Dan yang lebih
menarik ,penemuan penemuan ini belumlah terjadi sebelum abad ke-20.
Penutup
Demikianlah
rangkuman dari Bab I dan Bab II Buku Alamiah Dasar yang membahas tentang
pengertian, tujuan dan pentingnya mempelajari ilmu alamiah dasar. Serta
mempelajari tentang manusia dan pemikiran – pemikirannya. Baik pemikiran
dangkal, mendalam, maupun cemerlang. Rangkuman ini terdapat banyak kekurangan
dan permangkum memohon kemakluman, kritik dan sarannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar