Kamis, 17 Desember 2015

IAD, ISD, IBD

Ilmu Alamiah Dasar
Ilmu Sosial Negara
Ilmu Budaya Dasar

 











Pembimbing : Bpk. Noor Ahmadi
Kelompok :I
Lia Zairoh Siska Mawaddah
Husna Sholihah
Putri Pamungkas

JURUSAN PSIKOLOGI
FAKULTAS PSIKOLOGI DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL
SURABAYA
2014


Kata Pengantar
           
            Segala untaian rasa syukur kita ucapkan kepada Sang Kholiq yang telah melimpahkan segala nikmatnya sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah ini tepat sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
            Sholawat serta salam kita sanjungkan pada Nabi besar Muhammad SAW, karena dedikasi beliaulah umat manusia mampu bangkit dari keterpurukan di jaman jahiliyah menuju insan yang ulil albab dan mampu mengimplementasikan pemikirannya dalam bentuk ibadah dan amaliyah yang nyata. Akal, itulah anugerah terbesar yang menjadikan manusia unggul dari makhluk lain.
            Penyusun sadar bahwa ia tidak lain adalah makhluk dho’if yang pastinya mempunyai kekurangan, dan penyusun merasa dalam pembuatan makalah ini pastilah terdapat banyak kesalahan dan jauh dari sempurna., maka penyusun mengharapkan kritik dan saran yang membangun atas isi maupun bobot dalam makalah ini yang akan disempurnakan di kemudian hari dan sebagai bahan untuk membuat karya ilmiah yang lebih baik.

Surabaya, 8 September 2014 


Penyusun                    











PEMBAHASAN
1.      Pengertian, Tujuan dan Pentingnya Mempelajari IAD
A.    Pengertian IAD
Ilmu Alamiah Dasar adalah ilmu pengetahuan yang mengkaji gejala dalam alam semesta seluruhnya sehingga terbentuk konsep dan prinsip.
Abdullah Aly menukil pendapat H.W. Fowler yang mendefinisikan sebagai ilmu yang sistematis dan dirumuskan, yang berhubungan dengan gejala-gejala kebendaan dan didasarkan terutama atas pengamatan dan induksi. Sehingga ilmu alamiah atau ilmu pengetahuan alam merupakan suatu ilmu teoritis, tetapi teori tersebut didasarkan atas pengamatan, percobaan-percobaan terhadapat gejala-gejala alam.
Ilmu alamiah juga dapat diartikan sebagai suatu pengetahuan teoritis yang diperoleh dengan cara yang khusus yaitu observasi, eksperimen, penyimpulan, penyusunan teori dan seterusnya.
B.     Tujuan Mempelajari IAD
Ø  Mampu memahami dan menjelaskan ruang lingkup pembahasan IAD.
Ø  Mampu memahami persoalan ilmu alamiah dengan penalaran yang lebih komprehensif.
Ø  Memiliki cara pandang yang utuh akan hubungan al-Khaliq dengan makhlukNya berikut tanggung jawab manusia di dalamnya.
C.    Pentingnya mempelajari IAD
Ilmu Alamiah Dasar ini akan menjadi sumber nilai dan pedoman guna mengantarkan mahasiswa memantapkan; kepribadian, kepekaan lingkungan dan sosial, kemampuan hidup bermasyarakat, pengetahuan tentang pelestarian pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan hidup, dan mempunyai wawasan tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

2.      Manusia dan Pemikiran
A.    Manusia Sebagai Makhluk yang Berakal
Manusia adalah salah satu makhluk yang diciptakan Allah SWT yang memiliki karakteristik yang khas.Manusia harus dikaji sebagai obyekyang menyeluruh dan mendalam, yaitu  dengan memahami potensi kehidupan yang mempengaruhi hidupnya. Potensi kehidupan yang dimaksud adalah ciri khas yang diberikan Sang Pencipta yang diberikan setiap makhluk hidup. Dan apabila diperhatikan dengan mendalam, potensi kehidupan ada dua yaitu kebutuhan jasmani dan naluri.
1.      Kebutuhan Jasmani
Kebutuhan jasmani merupakan kebutuhan organ tubuh yang berkaitan dengan kadar tertentu yang telah ditetapkan oleh Allah SWT pada manusia atau hewan.
2.      Naluri
Naluri pada manusia terdiri dari :
a.       Naluri beragama (Gharizatut Taddayun)
b.      Naluri mempertahankan diri (Gharizatut Baqa)
c.       Naluri melangsungkan keturunan  (Gharizatut Nau’)
Naluri beragama (Gharizatut Tadayyun). Penampakannya mendorong manusia untuk mensucikan sesuatu yang mereka anggap sebagai wujud dari Sang Pencipta, maka dari itu dalam diri manusia ada kecenderungan untuk beribadah kepada Allah, perasaan kurang, lemah dan membutuhkan kepada yang lainnya.
Naluri mempertahankan diri (Gharizatut Baqa’). Penampakannya mendorong manusia untuk melaksanakan berbagai aktivitas dalam rangka melestarikan kelangsungan hidup.
Naluri melangsungkan keturunan (Gharizatut nau’). Penampakannya akan mendorong manusia melangsungkan jenis manusia. Sebagai penampakan dari naluri ini, manusia memiliki kecenderungan seksual,rasa kebapakan, rasa keibuan, cinta pada anak-anak, cintapada orang tua, cinta pada orang lain dan lain-lain.
3.      Akal
dalam Al-Quran tidak kurang dari 49 kali disinggung tentang pengertian akal, kesemuanya menganjurkan dan mensyaratkan penggunaan akal itu dalam rangka mencapai kesuksesan hidup.
Akal berasal dari Bahasa Arab, al- aqlu. Akal merupakan kemampuan yang diberi oleh Allah SWT kepada manusia yang melekat dengan fungsi otak. Sebab otak manusia memiliki keistimewaan untuk mengaitkan fakta yang diiindera dengan informasi.
Otak mannusia adalah benda yang terdapat dalam tempurung kepala, yang berfungsi untuk berfikir. Benda ini dikelilingi dengan tiga selaput, yang dilengkapi dengan jalinan rangkaian syaraf yang tidak terhitung jumlahnya, yangmenghubungkan ke seluruh indera dan bagian – bagian tubuh manusia.

B.     Proses Lahirnya Pemikiran Manusia
1.      Rasa Ingin Tahu Manusia
Lahirnya pemikiran manusia itu berawal dari rasa ingin tahu yang dimilikioleh manusia. Rasa ingin tahu pada manusia boleh dikatakan tidak akan pernah berhenti, karena selalu muncul keinginan untukmenambah pengetahuan. Rasa ingin tahu itu pula yang mendorong manusia untuk melakukan sesuatu demi menemukan jawaban atas berbagai persoalan yang muncul di dalam pemikirannya.


2.      Tahapan Pemikiran Manusia
Tahapan pemikiran manusia membutuhkan beberapa komponen:
Ø  Fakta, manusia membutuhkan fakta yang akan dijadikan objek berfikirnya.
Ø  Indera, untuk dapat mencerap fakta-fakta yang akan dipikirkan. Misalnya, mata untuk melihat, peraba, pendengaran dan indera yang lain.
Ø  Otak, merupakan organ yang berfungsi untuk menterjemahkan setiap fakta yang diserap.
Ø  Informasi sebelumnya, tanpa informasi manusia tidak akan dapat untuk memahami fakta yang sedang dihadapinya.
Informasi sebelumnya tentangsesuatu adalah hal yang harus ada untuk dapat memahami sesuatu. Hal ini disampaikan di dalam Al-Quran, Allah berfirman:
وعلم اّدم الاسماء كلّها ثم عرضهم على الاملائكة  فقال انبئوني باسماء هؤلاء أن كنتم صادقين . قالو سبحانك لا علم لنا الا ما علّمتنا انك انت العليم الحكيم. قال يا ادم انبئهم باسمائهم فلمّا أنبأهم بأسمائهم قال الم أقل لكم أني اعلم غيب السماوات و الارض واعلم ما تبدون وما كنتم تكتمون.
Artinya: “Allahtelah mengajarkan (memberi informasi)kepada Adam nama benda seluruhnya, kemudian Allah mengemukakan kepada para malaikat lalu berfirman, ‘Sebutkanlah kepadaKu nama-nama benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!’ Mereka menjawab ‘ Maha Suci Engkau tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sesungguhnya Engkau Maha tau dan Maha bijaksana.’ Allah berfirman, Bukankah sudah Aku katakan kepadamu bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi serta mengetahui apa saja yang kamu tampakkan dan apa yang kamu sembunyikan?”

C.    Tingkatan Berfikir Pada Manusia
1.      Berfikir Dangkal
yaitu pengetahuan yang diperoleh melalui proses berfikir yang hanya melihat sesuatu dan membuat kesimpulan berkenaandengan sesuatu itu tanpa disertai pemahaman.
Pada beberapa orang kerap kali melihatfakta namun tidak berupaya untuk memikirkan lebih lanjut. Misalnya, banyak orang melihat fenomena bendayang  jatuh dari atas ke bawah namun tidak berfikir lebih lanjut apa penyebabnya, fenomena itu dianggap sebagai hal yang biasa.
2.      Berpikir Mendalam
yaitu berupaya untuk lebih mendalam memahami fakta dan lebih mendalam mengaitkannya dengan dengan informasi. Misalnya, fenomena benda yang jatuh tadi akan bernilai lain bagiorang yang mau berpikir lebih lanjut sampai akhirnya dia temukan ternyata ada hukum gravitasi.
3.      Berpikir Cemerlang
Yaitu berpikir mendalam itu sendiri ditambah dengan segala sesuatu yang ada di sekitar fakta dan yang berkaitan dengan fakta untuk bisa sampai pada kesimpulan yang benar. Misalnya, ahli atom atau ahli kimia yang begitu mendalam ketika mengkaji obyek yang akan diteliti, namun mereka bisa dikatakan tidak berpikir cemerlang manakala mereka justru menjadi penyembah patung, yang sebenarnya jika ia mau berpikir cemerlang sedikit saja ia akan sampai pada kesimpulan bahwa patung itu tidak dapat memberi kemanfaatan sedikitpun.

D.    Ilmu Pengetahuan Perspektif Islam
Al Qur’an mengajak dan mengajarkan manusia untuk berfikir dan menggunakan akal sehatnya. Banyak terdapat ayat al Qur’an yang telah mengungkapkan ilmu pengetahuan sejak beberapa abad yang lalu sedangkan manusia baru belakangan ini menemukan kesesuaianya dengan fakta.
Beberapa ayat berikut menunjukkan hal tersebut:
Qs. Ar – Rahman :19-20

مرج البحرين ىلتقيان . بينهما برزخ لا يبهيان    

Artinya: “ Dia membiarkan air laut mengalir yang (kemudian)keduanya bertemu. Diantara keduanya ada batas yang tidak di lampui masing-masing.

Itu menunjukan bahwa air laut dan air tawar memang tidak dapat menyatu,sesuai dengan yang di sebut dalam Al Qur’an.

Dan juga dalam surat adz Dzariyat ayat 47 :

والسّماء بنيناها بأيد وأنّا لموسعون

Artinya: “ langit kami bangun dengan kekuasaan (kami) dan seseungguhnya kami benar-benar meluaskanya “

Dari ayat ini menunjukan bahwa alam semesta terus mengembang sejak permulaanya.

اولم ير االّذين كفروا انّ السّماوات و لارض كانتا رتقا ففتقناهما

Artinya: Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu ang padu, kemudian kami pisahkan antara keduanya “
Kata “ratq” disini di terjemahkan sebagai “sesuatu yang padu”di gunakan untuk merujuk pada dua zat yang berbeda yang membentuk satu kesatuan. Dalam ayat tersebut langit dan bumi adalah subyek dari kata sifat “fatq” lalu keduanya terpisah (“fataqa”)satu sama lain.
 Ketika kita bandingkan penjelasan ayat di atas dengan penemuan ilmiah seperti tahap-tahap awal peristiwa bing bang,akan kita pahami bahwa keduanya benar-benar bersesuaian satu sama lain. Dan yang lebih menarik ,penemuan penemuan ini belumlah terjadi sebelum abad ke-20.


























Penutup


            Demikianlah rangkuman dari Bab I dan Bab II Buku Alamiah Dasar yang membahas tentang pengertian, tujuan dan pentingnya mempelajari ilmu alamiah dasar. Serta mempelajari tentang manusia dan pemikiran – pemikirannya. Baik pemikiran dangkal, mendalam, maupun cemerlang. Rangkuman ini terdapat banyak kekurangan dan permangkum memohon kemakluman, kritik dan sarannya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar